Perhelatan Akbar Festival Ekonomi Syariah 2021 FEBI Resmi Dibuka

Guluk-Guluk – INSTIKA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep menggelar Festival Ekonomi Syariah (FES) 2021. Perhelatan akbar ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. H. Damanhuri, M.Ag., Sabtu (4/12/2021) pukul 08.00 WIB di Aula Assyarqawi.

Dekan FEBI Kiai Ahmad Majdi Tsabit MM, menjelaskan kegiatan ini untuk menyongsong program pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat Ekonomi Syariah. “Ini yang pertama. Insyaallah kegiatan ini akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang,” sambungnya.

Dekan FEBI juga menjelaskan, FES digelar agar menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi dalam menuangkan ide kreatif di bidang ekonomi syariah. "Serta ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terutama mahasiswa sebagai generasi milenial untuk memajukan sektor perekonomian dengan mengolah sumber daya lokal," katanya.

FES, yang dimulai tanggal 15 November 2021 hingga 11 Desember 2021, diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba Business Plan, permainan Stocklab, seminar dengan tema “Tren Digitalisasi dalam Menghadapi Arus Persaingan Bisnis di Era New Normal”dan beberapa kegiatan lainnya. Adapun narasumber untuk acara seminar adalah (1) Dr. H. Damanhuri, M.Ag., wakil rektor 1 INSTIKA. (2) Rino Dofantoro, SE., MM. Kabag Marketing KPO BPRS Bhakti Sumekar.

Peserta kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa INSTIKA khususnya mahasiswa FEBI dan juga terbuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia dan masyarakat umum.

"Saya mengharap melalui kegiatan ini mahasiswa selaku generasi muda yang hidup di era digital bisa memanfaatkan dengan baik seluruh kegiatan bisnis serta ikut andil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memajukan sektor  perekonomian syariah dengan mengolah sumber daya lokal," kata Kiai Majdi.

Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan fitur-fitur sosial media dalam memasarkan produk dapat dijadikan alat dalam strategi bisnis untuk membuat konten yang menarik.

Dekan FEBI tersebut juga menjelaskan, tingginya jumlah pengguna smartphone dan produk gadget lainnya juga perlu diperhatikan untuk menyesuaikan strategi pemasaran dengan tampilan yang mobile friendly. "Serta perlunya beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba digital," pungkasnya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)