Sumenep, UA Media– Rektor Universitas Annuqayah, Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M.Pd., berharap seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Tahun 2026 mampu mengawal mahasiswa dalam menghadirkan program-program inovatif yang tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memberikan makna dan dampak nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan kepada para DPL saat kegiatan Sosialisasi Juknis KKN 2026 yang dihadiri oleh DPL di Aula KH Abdul Basith AS, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan.
“KKN 2026 ini adalah kebijakan baru karena berbasis pesantren. Hal ini menjadi harapan bagi alumni yang memiliki pesantren di daerah masing masing sehingga silaturahmi Annuqayah dengan alumni bisa terjalin lebih erat lagi,” katanya.
Kiai Hosnan, sapaan akrabnya, berharap Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bisa melakukan inovasi dan pengembangan untuk memperluas Khidmah di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, manfaat KKN dari pesantren untuk pesantren benar benar bisa dirasakan manfaatnya.
“Saya berharap DPL bisa betul-betul menghadirkan program yang bermakna dan berdampak bagi masyarakat. Sehingga, dapat kiranya DPL ini bisa membimbing menghadirkan program aplikatif di lokasi KKN yang ditempati. Semoga betul betul nyata dan berdampak. Out come yang nyata disamping berdampak,” katanya.
Di kesempatan ini Kiai Husnan berharap DPL menjadi juru bicara Annuqayah di tengah-tengah masyarakat.
“Selamat bertugas menjadi juru bicara masyarakat. Mudah mudahan mendapatkan ridho dari Masyaikh Annuqayah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr. KH Achmad Maimun, M.Ag mengatakan format KKN reguler 2026 yang berbasis pesantren sesuai dengan adanya harapan-harapan dan kenyataan dari evaluasi sehingga KKN Universitas Annuqayah menjadikan pesantren di pedesaan sebagai keluarga yang senantiasa dirawat dan dijaga keberlangsungannya.
“Kami harap mahasiswa nanti bisa belajar dari pengalaman pesantren dengan ciri khasnya masing masing, bagaimana menerapkan di dalam kehidupan nyata. Selain itu, diharapkan mahasiswa bisa membangun partisipasi masyarakat di tempat KKN sehingga bisa bekerja bersama-sama dan bekerja sama,” pungkasnya.
Abdul Warits (Humas)