Sumenep, UA Media— MA 2 Annuqayah melakukan kunjungan studi tiru ke Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah (UA), Sabtu (3/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya MA 2 Annuqayah dalam meningkatkan manajemen dan pengelolaan perpustakaan di lingkungan madrasah.
Ali Makki menyampaikan terima kasih kepada pihak Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah atas penerimaan dan sambutan yang diberikan kepada rombongan MA 2 Annuqayah.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari study tour, studi tiru, sekaligus studi kooperatif untuk memperoleh pengalaman dan wawasan baru dalam pengembangan perpustakaan.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memperoleh wawasan dan pengalaman praktis mengenai bagaimana mengelola perpustakaan yang baik dan profesional,” ujar Ali Makki.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi MA 2 Annuqayah, baik dalam aspek manajemen, pelayanan, penataan koleksi, maupun pengembangan program perpustakaan yang mendukung pendidikan dan budaya literasi peserta didik.
Sementara itu, Abd. Malik, M.Pd., dari Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MA 2 Annuqayah menjadikan Perpustakaan Tatakrama sebagai tempat belajar dan berbagi pengalaman.
Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan perpustakaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya literasi.
Dalam kesempatan tersebut, Abd. Malik juga menyoroti tantangan literasi di tengah perkembangan teknologi digital dan hadirnya artificial intelligence (AI). Kemudahan dalam memperoleh informasi, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan membaca secara kritis dan mendalam. Membaca informasi tidak cukup hanya sampai mengetahui isinya, tetapi juga perlu memahami, mendalami, serta menguji kebenaran informasi yang diperoleh.
“Di era digital dan AI, kita perlu membiasakan diri untuk saring sebelum sharing. Jangan sampai kita membaca tetapi tidak memahami, membaca tetapi tidak mendalami, sehingga terjadi kedangkalan dalam berpikir,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting karena arus informasi yang begitu cepat memungkinkan seseorang menerima dan menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi.
“Karena itu, budaya membaca buku tetap memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan mendalam. Melalui buku, seseorang tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat memperluas wawasan, memperdalam pemahaman, dan membangun cara berpikir yang lebih kritis dalam menghadapi berbagai persoalan,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian hibah buku dari Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah kepada MA 2 Annuqayah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan koleksi dan budaya literasi di madrasah. Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama antara rombongan MA 2 Annuqayah dan pihak Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah.